Menu Close

Apa yang Dimaksud dengan Miqat?

Saat melaksanakan ibadah haji atau umroh, seringkali kita mendengar istilah Miqat. Sehingga tentulah istilah itu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Miqat merupakan salah satu rukun yang harus dilaksanakan sebelum jamaah memasuki Kota Mekkah dan Masjidil Haram. Nah, inilah penjelasan selengkapnya tentang miqat.
Miqat menurut bahasa Arab diartikan sebagai waktu. Adapun menurut istilah, miqat adalah batas permulaan ibadah haji dan umrah. Saat melintasi miqat, seseorang yang hendak melaksanakan haji dan umroh wajib berniat dan memakai kain ihram.

Dua Jenis Miqat

Pertama, Miqat Zamani. Yakni batas yang ditetapkan menurut waktu. Untuk ibadah haji, miqat bermula sejak Syawal hingga terbitnya fajar pada 10 Dzulhijjah, yaitu ketika ibadah haji dilaksanakan. Adapun untuk umrah, miqat zamani bermula sepanjang tahun saat umrah dapat dilaksanakan.

Dalilnya disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 189 dan 197. Ayat pertama menjelaskan tentang bulan sabit sebagai tanda waktu miqat bagi jamaah Haji. Sedangkan ayat kedua diterangkan bulan-bulan haji adalah Syawal, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah.

Kedua, Miqat Makani. Yaitu batas yang ditentukan berdasarkan lokasi/tempat seseorang harus memulai niat Ihram sebelum memasuki tanah haram disertai niat melaksanakan haji atau umroh.

Khusus untuk jamaah yang berasal dari Mekkah, tempat untuk mengambil ihram haji adalah dari Mekkah itu sendiri. Adapun jika hendak umrah, harus ke luar dulu dari tanah haram Mekah sehingga mengambil miqat-nya di Ji’ranah, Tan’eim atau Hudaibiyah.

Lokasi-Lokasi Tempat Mengambil Miqat

Bagi jamaah yang berasal dari luar Mekkah, Rasulullah shollallohu’alaihi wa sallam telah menetapkan lokasi-lokasinya yaitu :

1. Dzulhulaifah atau Bir Ali

Bagi jamaah yang berasal dari arah Madinah jika hendak melaksanakan haji atau umroh, Rasullulah ﷺ telah menetapkan Dzulhulaifah yang dikenal juga dengan Abyar Ali atau Bir A’li sebagai lokasi miqat. Seringkali jamaah haji atau umroh asal Indonesia yang mengunjungi Madinah sebelum berangkat umroh atau haji ke Mekkah ber-ihram-nya di sini.

2. Rabigh, sebelum Juhfah

Rabigh adalah tempat miqat bagi jamaah yang datang dari arah Syam/Suriah dan sekitarnya. Sebenarnya dulu miqat bertempat di Juhfah. Namun karena Juhfah sekarang menjadi desa yang tak berpenghuni, akhirnya Rabigh yang berlokasi sebelum Juhfah dipilih menjadi tempat miqat bagi penduduk Suriah dan sekitarnya.

3. As-Sail atau Qarnul Manazil

Qarnul Manazil atau lebih dikenal sebagai As-Sail, berjarak 94 km sebelah timur Mekah dan berjarak sekitar 220 km dari Bandara King Abdul Aziz. As-Sail adalah tempat miqat bagi penduduk Nejed atau Riyadh dan bagi jamaah haji atau umroh yang datang dari arah timur kota Mekkah.

4. Yalamlam

Yalamlam ditetapkan oleh Rasulullah ﷺ sebagai tempat miqat bagi penduduk Yaman dan juga bagi jamaah haji serta umroh dari selatan Mekah. Bagi jamaah asal Indonesia yang langsung ke Mekkah, biasanya mengambil miqat di atas pesawat saat melewati Yalamlam.

5. Dzatu’irq

Lokasi miqat ini dikhususkan bagi jamaah yang datang dari arah Iraq, Iran dan sekitarnya.