0341-3021462 | 0856 3564 500
hajiumrohmalang@gmail.com


MANAJEMEN WAKTU

17/09/2016 Info

Diantara kata yang sama dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia adalah kata “waktu”, bedanya hanya pada satu huruf saja yaitu, jika dalam kosa kata Arab transliterasinya adalah “al waqtu” dengan menggunakan qāf. Dalam bahasa Arab waktu maknanya adalah sesuatu yang tertentu atau terbatas, sebagaimana dalam al Quran, ibadah shalat itu harus dilakukan pada saat-saat tertentu yang telah dibatasi. Demikian pula dalam ibadah haji, kita mengenal istilah mīqāt, yaitu masa atau tempat tertentu yang digunakan oleh orang yang sedang berhaji untuk memulai melaksanakan ibadahnya.

Waktu adalah nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Waktu adalah media berkarya dan modal kerja, jika waktu sudah tidak ada lagi bagi seseorang, maka media untu berkarya sudah hilang dan musnah, demikian juga modal kerjanya sudah habis. Karena itu, dalam sebuah hadis sahih disebutkan, ketika anak Adam itu meninggal, maka putuslah segala sesuatu yang terkait dengan pekerjaannya karena modalnya telah habis, yaitu waktu. Ada tiga hal saja yang masih mungkin bisa dimanfaatkan oleh seseorang meskipun sudah meninggal, yang kesemuanya itu sangat terkait dengan kemampuannya memamfaatkan modal waktunya ketika masih hidup, yaitu: ilmu yang bermanfaat, anak shalih dan sodaqah jariyah.

Memanfaatkan waktu dan menggunakannya dengan baik adalah masalah yang prinsip dalam kehidupan seorang mukmin. Keunggulan pribadi seorang mukmin sangat terkait dengan kemampuannya mengelola waktunya, pada saat yang sama hal itu adalah merupakan bukti keimanan dan keistiqamahannya. Karena itu, dalam al Quran disebutkan bahwa salah satu dari keberuntungan orang yang beriman adalah yang dapat menggunakan waktunya hanya pada hal-hal yang bermanfaat saja dan berpaling dari hal-hal yang tidak bermanfaat(QS Al Mukminun:3).

Kemampuan seseorang menyadari pentingnya waktu menunjukkan kemampuannya dalam menyadari eksistensi dirinya. Waktu adalah kehidupan, nilai seseorang dalam hidup ini tergantung dengan waktu, semakin mampu seseorang untuk memanfaatkan waktunya dengan dengan baik, sebesar itu pula nilai kehidupannya. Karena itulah orang kafir itu dianggap telah mati dan tidak memiliki eksistensi dalam kehidupannya karena dalam hidupnya diisi dengan perilaku yang menghancurkan nilai hidupnya yaitu mengingkari Allah atau menyekutukan-Nya dengan makhluk lain.

Begitu juga dalam sebuah puisi Arab disebutkan bahwa orang yang berilmu itu akan tetap hidup selamanya meskipun secara fisik sudah mati, karena kemampuannya dalam memanfaatkan waktu semasa hidupnya. Sementara orang yang tidak berilmu, pada hakekatnya telah mati meskipun secara fisik dapat berjalan kemana-mana, sebabnya karena tidak mampu menggunakan waktu yang dimilikinya dengan baik.

Bangsa yang hebat adalah bangsa yang dihuni oleh orang-orang hebat. Diantara kehebatan mereka adalah jika mereka hebat dalam mengelola waktunya. Secara kuantitas, waktu yang mereka miliki tidak berbeda dengan waktu yang dimiliki oleh bangsa yang terbelakang. Hanya yang membedakan adalah kemampuan mereka dalam memanaj waktunya, sehingga menjadi lebih produktif dan menghasilkan banyak manfaat untuk masyarakat dan bangsanya.

Sayangnya, banyak sekali orang yang tertipu dengan masalah waktu, sehingga mereka justru menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang tidak banyak memberi manfaat. Mereka banyak melupakan akhiratnya. Karena itulah, Rasulullah saw. mengingatkan kita agar tidak termasuk orang-orang yang tertipu, melalui sabdanya: “Ada dua kenikmatan yang kebanyakan mansia sering tertipu, yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu” (HR Bukhari).

Akibat yang buruk akan kita dapatkan, jika kita tidak mampu mengelola dan memanaj waktu kita dengan baik. Dan sayangnya, kondisi inilah yang pada realitasnya banyak terjadi pada umat Islam. Semoga Allah swt., memudahkan kita untuk dapat menyadari hakekat urgensi waktu dalam kehidupan kita, sehingga kita tidak terlalu lama tertipu dan terlena dengan aktifitas yang tidak banyak memberi dampak manfaat dalam kehidupan kita. Wallahu a’lam.

Dr. Uril Bahrudin, LC, M.Ag



Tentang Penulis

-

Posting terkait dengan MANAJEMEN WAKTU