0341-3021462 | 0856 3564 500
hajiumrohmalang@gmail.com


HALAQOH QUR’AN HARAMAIN YG TAK KU LUPA

20/02/2017 Berita, Info

Alhamdulillah, di Makkah (masjidil haram) dan Madinah (masjid nabawi) saya berkesempatan ikut bermajlis quran (walaupun bkn majlis sanad) dg 5 syaikh (guru) yg berbeda dlm rangka belajar, mencocokkan dan membandingkan bacaan qur’an yg selama ini saya pakai, pelajari dan ajarkan dg bacaan para masyayikh qurro’ di halaqoh qur’an kedua masjid yg mulia tsb.

Di Makkah, saya diminta membaca (hafalan maksudnya) surat Alfatihah (sebagaimana dilakukan umumnya oleh para qurro’ apabila ngecek bacaan qur’an seseorang) dan beberapa surat, dan tdk ada komentar koreksi kesalahan yg berarti kecuali beliau2 bilang “maasyaaAllooh”, walaupun bisa jadi (jangan sampai Ge-eR) ukuran penilaian yg beliau2 pakai adalah ukuran bacaan para zuwar (peziarah) bkn ukuran bacaan para qori’.

Dan ketika di halaqoh Makkah, setelah saya membacakan alfatihah, Syaikhnya bertanya: “apakah anda seorang guru qur’an ?”.
Dimana mmg bagi seorang qori’ itu ckp mudah mengetahui kompetensi bacaan qur’an sesrorang dg ckp memperhatikan gaya bacaan dan pengucapan huruf qur’an.

Bahkan di halaqoh Madinah, setelah saya membaca Alfatihah, Syaiknya justeru bertanya: “apakah anda seorang hafizh qur’an ?”.
Padahal saya baru hafizh juz 30, belum hafizh 30 juz.
Rupanya di kalangan masyayikh mungkin sdh lazim kalau bacaan qur’an seseorang itu ckp baik itu layaknya seorang hafizh. Dan yg demikian berbeda dg di masyarakat kita.

Dan bahkan ketika di Madinah, saya dapatkan 2 Syaikh mempraktekkan pengajaran qur’an (mungkin juga karena utk pemula atau orang ‘ajam non arab) seperti yg juga saya praktekkan, misalnya pengucapan dhommah yg harus dg mulut mecucu dan pengucapan fathah yg hrs dg mulut terbuka, dimana ketika itu Syaikhnya membagi-bagi permen sbg media visual bg peserta bgm pengucapan fathah yg benar itu dg mulut terbuka (fathan muhkaman) layaknya ketika kita hendak makan sesuatu makanan.

Nah, bagi saya pengalaman kecil dan sedikit ini sungguh sangat berarti dan berharga, terutama dlm memotivasi kita utk lbh semangat lagi dlm belajar dan mengajar qur’an dan menambah kemantapan bhw bacaan qur’an yg selama ini saya pakai, saya pelajari dan saya ajarkan kpd orang lain sdh ckp baik walaupun blm sangat baik.

Demikian sedikit oleh2 pengalaman kecil, smg menambah semangat kita utk terus membaca qur’an dg baik dan benar. Krn membaca qur’an dg baik dan benar, selain sbg tuntutan dan kewajiban (hak alqur’an yg hrs ditunaikan) juga akan diganjar oleh Alloh sebagaimana diganjarnya kita yg memahami isinya, mengamalkannya dan menda’wahkannya.

Semoga pengalaman ini akan menambah kenangan manis kita semua utk menyulut dan mengobarkan terus kerinduan utk kembali berkunjung ke tanah suci.
Aamiin.

Oleh: ustad Abi Tholib (dua dari kiri)
(Jamaah Umroh AR Rosyid Januari 2017)



Tentang Penulis

-

Posting terkait dengan HALAQOH QUR’AN HARAMAIN YG TAK KU LUPA