Menu Close

Beberapa Tips yang Harus Diperhatikan ketika Umroh

Tips yang harus diperhatikan ketika Ibadah umroh_0853 3565 7374

Sebelum berangkat umroh biasanya para jamaah melakukan manasik, salah satu hal yang disampaikan yaitu penjelasan singkat mengenai apa yang harus dilakukan ketika berada di tanah suci. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika umroh.

Tips Ketika Berada di Mekah, Madinah, dan Jeddah

Kondisi Mekah, Madinah, dan Jeddah tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan kota-kota di indonesia. Mulai dari cuaca, lalu lintas, hingga penduduk lokal harus diperhatikan agar kamu bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Mekah dan Madinah merupakan tanah suci dimana setiap ucapan dan perilaku kita akan mendapat jawaban secara langsung. Oleh karena itu, sebaiknya menjaga ucapan dan perbuatan dari hal-hal yang kurang berkenan. Apabila terlanjur berbuat kesalahan, maka segera lah beristighfar
  2. Jangan segan untuk menawar barang saat berbelanja. Sebagian besar barang-barang yang dijual di kota Mekah bisa ditawar
  3. Cuaca di Arab Saudi sangat kering dan berbeda dibandingkan dengan di Indonesia, maka diharapkan untuk menjaga kondisi tubuh/kesehatan dengan sedikit berolahraga atau mengkonsumsi suplemen. Jangan lupa menggunakan pelembab agar kulit tidak kering dan iritasi
  4. Diharapkan untuk berhati-hati dengan kondisi lalu lintas, karena jalur kendaraan di Arab Saudi berbeda dengan di tanah air
  5. Apabila kamu merasa kesulitan atau ingin mencari informasi, harap segera menghubungi pembimbing ibadah muthawif atau Tour leader dari pihak travel.
  6. Barang-barang berharga harap disimpan di tempat yang aman. Sebaiknya ke masjid tidak usah membawa barang-barang berharga seperti kamera, uang, atau dokumen-dokumen penting. Kalau memang harus membawa, harap tetap waspada dengan barang bawaannya masing-masing
  7. Diharap berhati-hati bila ada segerombolan pengemis wanita yang membawa anak kecil, karena sebagian mereka adalah copet. Waspadai juga pengemis yang mengaku dari Kashmir atau India atau negara lain dengan dalih kehilangan uang sehingga mereka tak bisa kembali lagi ke tempat asalnya, karena pada dasarnya mereka adalah kelompok mafia belas kasihan
  8. Bila ada yang ingin mencium hajar aswad hendaklah berkoordinasi dengan para pembimbing ibadah masing-masing karena ada sebagian orang yang menggunakan kesempatan ini dengan mengambil biaya jasa yang sebesar-besarnya di sekitar Hajar Aswad
  9. Pada saat ziarah ke Padang Arafah, kamu harus berhati-hati terhadap tukang foto yang membawa unta. Biasanya mereka memaksa kamu berfoto-foto dengan menggenakan sorbannya di depan unta dengan meminta bayaran tinggi
  10. Di Jabal Rahmah, kamu harus berhati-hati dengan tukang foto yang meminjamkan alat tulis kemudian memaksa meminta uang dengan bayaran yang tidak masuk akal
  11. Di Madinah, kamu harus berhati-hati dengan harga barang yang ditawarkan saat berbelanja ke kebun kurma. Karena banyak barang yang lebih mahal dari toko-toko kurma di sekitar hotel
  12. Hendaklah bersyukur dan berdzikir kepada Allah setiap saat

Tips Berinteraksi dengan Orang Arab

Adat istiadat bangsa Arab agak berbeda dengan adat istiadat Indonesia. Para jamaah yang baru pertama kali melakukan umroh atau haji sebaiknya mengetahui perbedaan tersebut agar tidak terkejut saat berinteraksi dengan orang Arab asli. Perbedaan tersebut terlihat dari cara bicara hingga cara mereka memperlakukan orang asing.

  1. Bersuara keras dalam berbicara walaupun tidak dalam keadaan marah
  2. Apabila memanggil atau memaki orang lain sering menggunakan sebutan seenaknya
  3. Sikap terhadap pendatang kadang tampak acuh tak acuh
  4. Jika dipegang kepalanya tidak marah, namun bila disentuh/dipegang pantatnya marah
  5. Jika memberi atau menerima sesuatu terhadap orang lain sering menggunakan tangan kiri
  6. Jika bertemu dengan seseorang selalu mengucapkan salam meskipun belum kenal
  7. Jika bertemu dengan teman yang sudah akrab saling berpelukan
  8. Kebiasaan kaum pria berpakaian putih sedangkan wanita berpakaian hitam dan memakai cadar
  9. Sering melangkahi orang pada waktu shalat di masjid
  10. Jika terjadi perselisihan yang menimbulkan perkelahian/pertengkaran hendaklah usahakan mendamaikan dengan mengucapkan “Shalluu ‘alan Nabi” berulang-ulang

Tips Nyaman Berumroh

Tips berikut akan membuat ibadah umroh atau haji anda lebih nyaman, tertib, dan lancar. Mungkin tips-tips di bawah terlihat sepele, namun manfaatnya dapat membuat para jamaah tidak kerepotan sehingga kamu bisa fokus melakukan ibadah.

  1. Tidak perlu repot-repot membawa air zamzam dari Mekah ke Madinah. Di Madinah tersedia air zamzam yang berlimpah, sebagaimana halnya di Mekah. Air tersebut tersedia di dekat pilar-pilar Masjid Nabawi, sebagaimana di Masjidil Haram
  2. Penduduk Madinah menjuluki Masjid Nabawi sebagai Al-Haram sebagaimana penduduk Mekah memiliki Masjidil Haram. Jangan bingung dengan petunjuk jalan yang bertuliskan “Al-Haram” di kota Madinah karena yang dimaksud adalah Masjid Nabawi
  3. Suhu udara di kompleks Masjidil Haram sangat bervariasi. Bagian basement hangat sepanjang hari, demikian pula lantainya. Bagian paling atas yang beratapkan langit sangat dingin pada waktu Subuh. Bagian tengah atau lantai 1 dan 2 juga sangat dingin berkat AC dan kipas yang bertiup hampir dari semua arah untuk mendinginkan orang yang bertawaf
  4. Di Masjidil Haram akan agak sulit untuk mendapatkan tempat duduk menjelang shalat wajib jadi sebaiknya datang lebih awal. Di bagian bawah dimana Ka’bah terlihat langsung, kondisi jamaah lebih padat dipenuhi orang. Sedangkan di bagian atas tidak seramai di bagian bawah. Adzan Subuh dilakukan dua kali dengan selang waktu 1 jam antara adzan pertama dan kedua
  5. Agar tidak terpapar langsung angin dari kipas angin di lantai 2 Masjidil Haram, carilah lampu gantung dan duduk di bawahnya. Agar bawaan tidak banyak, gunakan jaket sebagai sajadah
  6. Agar sandal tidak hilang, bawalah tas lipat khusus untuk menyimpan sandal. Bagi wanita, sandal yang terbungkus tas tersebut dapat melindungi bagian dada saat melakukan tawaf (ketika tidak sedang berpakaian ihrom) dan membantu menghindari kaki pecah-pecah saat digunakan. Bagi suami-istri, sebaiknya suami berada di belakangnya istrinya untuk menahan dorongan dari belakang dan samping kiri-kanan, sedangkan istri berusaha melindungi dirinya sendiri dari depan
  7. Jagalah wudhu dan jadwalkan buang air kecil karena jarak toilet cukup jauh dari masjid dan memakan waktu 15 hingga 30 menit. Hindari ke toilet di antara shalat maghrib dan isya, karena jalan dan pelataran akan penuh dengan orang yang tidak mau kehilangan tempat shalatnya. Semua toilet ada di basement. Bila penuh, cari toilet lain satu lantai di bawahnya
  8. Tidak perlu terlalu khawatir dengan bau badan. Kelembaban udara di saudi arabia yang relatif rendah dapat membuat kamu terhindar dari bau badan walaupun sering berkeringat saat tawaf dan sa’i
  9. Hindari desak-desakan terutama di eskalator kompleks Masjidil Haram karena penumpukan manusia di eskalator telah beberapa kali menimbulkan musibah. Tetap sabar ketika mengantri untuk shalat di raudhah Masjid Nabawi, sebagaimana antrian tawaf di Masjidil Haram. Jangan desak orang di depan walaupun ada yang mendesak dari belakang. Bila perlu berjalan lah sambil membebankan diri ke belakang untuk menetralkan dorongan dari belakang
  10. Warna putih di saudi arabia adalah warna untuk pakaian lelaki. Warna hitam adalah warna untuk pakaian perempuan, dan imam besar Masjidil Haram. Mukena putih yang hanya digunakan oleh jamaah wanita asia tenggara justru menjadi anomali bagi aturan tidak tertulis tersebut. Mukena Jamaah wanita Afrika malah berwarna-warni, hijau, biru, kuning, dan sebagainya