0341-3021462 | 0856 3564 500
hajiumrohmalang@gmail.com


SEJARAH KETELADANAN

13/09/2016 Berita, Info
Peristiwa ibadah Ῑdul Adha sangat terkait dengan sejarah, utamanya sejarah keteladanan nabi Ibrahim as. Dalam sejarah, nabi Ibrahim kita kenal dengan sebutan abul ambiya’, artinya bapaknya para nabi, karena memang kebanyakan para nabi muncul dari anak turun nabi Ibrahim as. Dalam sejarah pula kita mengenal bahwa Ibrahim as adalah salah satu diantara nabi yang memiliki sifat ulul azmi, yaitu nabi yang telah mendapatkan banyak ujian dari Allah dan dapat sukses melaluinya dengan kesabaran yang sangat tinggi melebihi nabi-nabi yang lain.
Dari sejumlah kelebihan yang dimiliki oleh nabi Ibrahim itulah sehingga Allah swt. menetapkan nabi Ibrahim sebagai contoh teladan, bukan hanya buat umatnya, namun juga teladan bagi kita umat nabi Muhammad saw. hingga akhir zaman (QS Al Mumtahanah:4).
Ibrahim di usia yang masih belia, harus terusir dari keluarganya karena lebih mendahulukan dan memilih cinta kepada Allah daripada keluarganya yang mengajak kepada kemusyrikan. Ibrahim diusia remaja, sudah harus berhadapan dengan raja Namrud, hingga akhirnya rela disiksa dengan cara dibakar hidup-hidup, sebabnya karena mempertahankan aqidah tauhid. Namun, karena kuasa Allah, api yang membara itu dibuat dingin oleh Allah swt. hingga Ibrahim dapat keluar dari bara api itu dengan selamat. Ibrahim diusia dewasa juga harus meninggalkan negeri Syam dan Iraq yang subur, karena memenuhi perintah dari Allah untuk membangun peradaban yang baru di atas tanah yang tandus Makkah.
Pada puncaknya, Ibrahim harus rela mengorbankan anak kesayangannya, Ismail as, untuk disembelih, semata-mata karena itu adalah perintah dari Allah. Nabi Ibrahim dengan ikhlas melaksanakan perintah pengorbanan anaknya Ismail, sementara Ismail juga dengan sabar menerima ketentuan itu dan Siti Hajar sang istri tercinta juga rela terhadap keputusan Allah hingga dia berhasil mengusir syaithan yang berusaha menggodanya.
Semua peristiwa yang menimpa nabi Ibrahim dan keluarganya, telah disikapi oleh nabi Ibrahim dengan ketundukan dan ketaatan penuh kepada Allah swt. Ujian yang bertubi-tubi yang menimpa nabi Ibrahim itu ternyata dapat diselesaikan dengan sempurna oleh nabi Ibrahim (QS Al Baqarah:124). Nabi Ibrahim memang sudah ditetapkan oleh Allah sebagai tauladan bagi kaum muslimin, hal ini disebabkan karena nabi Ibrahim telah berhasil melalui dengan sukses seluruh ujian yang diberikan oleh Allah kepadanya, dengan cara selalu berperasangka baik kepada Allah dan memiliki respon yang cepat terhadap perintah dari-Nya.
Ibadah Ῑdul Adha juga sangat terkait dengan perjalanan ibadah haji, dimana pelaksanaan ibadah haji juga sangat erat hubungannya dengan perjalanan dan kisah nabi Ibrahim as., hal ini karena boleh dikata ibadah haji itu juga napak tilas nabi Ibrahim as, seorang nabi yang sangat gigih dalam perjuangan menegakkan agama Allah yang juga mendapat dukungan yang luar biasa dari istri dan anak-anaknya. Ini merupakan sebuah kenangan yang sangat indah.
Oleh karena itu dengan melaksanakan ibadah haji, seorang muslim semestinya tidak sekedar merasakan kenikmatan beribadah secara ritual, tapi juga dapat membayangkan dan menghayati betapa berat perjuangan para nabi dalam berdakwah serta dapat juga menghayati nikmatnya perjuangan itu meskipun dengan tantangan yang berat, dari sini diharapkan seorang yang telah menunaikan ibadah haji juga dapat membuktikan keberhasilan ibadah hajinya dengan ikut serta secara aktif dalam dakwah guna memperbaiki kondisi akhlak manusia yang kita rasakan sekarang, banyak terjadi kerusakan yang sangat mengkhawatirkan.
Keteladanan dari nabi Ibrahim selalu dijadikan sebagai keteladanan yang ideal bagi seluruh umat manusia. Setiap tahun, setiap kita memperingati hari raya idul adha seperti sekarang ini, setiap muslim selalu diingatkan dengan kisah keteladanan beliau dengan harapan kita semua dapat meniru perilaku dan sikap-sikap nabi Ibrahim dalam rangka mentaati Allah swt.

Semoga pada idul adlha kali ini kita dapat dimudahkan oleh Allah untuk mengambil ibrah dari setiap pelajaran yang kita dapatkan, sehingga semakin hari, kualitas pemnghambaan kita kepada Allah semakin meningkat. Wallahu a’lam.

Ustad Uril Bahrudin, LC



Tentang Penulis

-

Posting terkait dengan SEJARAH KETELADANAN