0341-3021462 | 0856 3564 500
hajiumrohmalang@gmail.com


Apa itu hari tasyrik?

13/09/2016 Berita, Info

Apa itu hari tasyrik?

Dan amalan apa saja yang di sunnahkan di hari tasyrik?

Hari tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, & 13 Dzulhijjah. Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari. Maksud menjemur daging qurban di terik matahari adalah karena di masa silam tidak ada pendingin atau freezer seperti saat ini. Yang ada biar daging itu awet, daging tersebut dijemur atau didendeng.

Dari Tasyrik juga di sebutkan sebagai hari makan-makan, dari Nubaisyah Al Hudzali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141)

 

Hari tasyrik disebut hari makan dan minum berarti ketika itu tidak dibolehkan untuk berpuasa apa pun di hari-hari tersebut (11, 12, 13 Dzulhijjah). Inilah pendapat yang lebih dikuatkan dalam madzhab Syafi’i.
Hari tasyrik juga di artikan sebagai hari penuh kemulyaan, hari menikmati makanan dan minuman, hari dimana jamaah haji melakukan ritual melempar jumrah dan hari dimana umat muslim di negeri lain sibuk dengan menyembelih hewan kurban.

Dalam hadis dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr.” (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan dishahihkan al-Albani. Al-A’dzami mengatakan dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah: Sanadnya Sahih).

Yang dimaksud hari ‘al-qarr’ adalah tanggal 11 Dzulhijjah. Ini berdasarkan keterangan Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengarakan:

يَوْمَ الْقَرِّ يَعْنِي يَوْمَ الثَّانِي مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ

“Hari ‘al-qarr’ adalah hari kedua setelah hari qurban”

Amalan-amalan yang di sunnahkan di hari tasyrik

Sebagai orang yang beriman, hendaknya kita memaksimalkan amalan-amalan di hari tasyrik untuk mendapatkan limpahan rahmad dan pahala di hari tasyrik, apa saja amalan-amalan itu?

Pertama, anjuran memperbanyak berdzikir

Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203). Yaitu di hari tasyrik.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

beberapa Dzikir yang diperintahkan Allah di hari tasyrik adalah

  1. Berdzikir kepada Allah dengan bertakbir setiap selesai shalat wajib, diantaranya dengan mengucapkan:

Allaahu akbar

Allaahu akbar

laa illaa haillallahuwaallaahuakbar

Allaahu akbar walillaahil hamd

 

  1. Membaca bismillah dan takbir ketik akan menyembelih hewan kurban
  2. Berdzikir memuji Allah SWT ketika akan makan dan minum, syariat yang diajarkan yaitu ketika akan makan mengucapkan Bismillah dan mengakhirinya dengan mengucapkan Alhamdulillah
  3. Berdzikir dengan takbir ketika melempar jumrah dihari tasyrik bagi yang melaksanakan ibadah haji
  4. Berdzikir kepada Allah SWT secara mutlak kapan saja dan dimana saja karna kita dianjurkan memperbanyak dzikir dihari-hari tasyrik.

Kedua, memperbanyak Doa kepada Allah SWT, doa yang paling banyak di baca oleh Nabi Muhammad SAW adalah:

RABBANAA  AATINAA  FID-DUN-YAA HASANAH WA FIL AA-KHIRATI HASANAH, WA QINAA ADZAABAN-NAAR. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 505).

Ketiga adalah, memperbanyak bersyurkur kepada Allah SAW dan

Keempat, adalah makan dan minum untuk memperkuat ibadah

 

 

Sumber:

konsultasisyariah.com

rumaysho.com

 



Tentang Penulis

-

Posting terkait dengan Apa itu hari tasyrik?